1. Asal-Usul Nama dan Wilayah
Banua Lawas: Desa Purai merupakan bagian dari Kecamatan Banua Lawas. Nama "Banua Lawas" berasal dari bahasa Banjar yang berarti "Kampung Tua". Wilayah ini dulunya dikenal sebagai Banua Usang, sebuah pemukiman kuno yang menjadi pusat peradaban suku Banjar dan Dayak di Tabalong.
Purai: Secara etimologi dalam bahasa lokal atau konteks alam, istilah "Purai" sering dikaitkan dengan kondisi fisik atau hasil alam. Namun, sejarah spesifik mengenai penamaan desa ini sering kali tertanam dalam sejarah lisan (tutur) masyarakat setempat yang menghubungkannya dengan tokoh pembuka lahan pertama di daerah tersebut.
2. Keterkaitan dengan Sejarah Islam
Desa-desa di Banua Lawas, termasuk Purai, sangat dipengaruhi oleh sejarah Masjid Pusaka Banua Lawas yang dibangun sekitar tahun 1625. Proses Islamisasi di wilayah ini dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Khatib Dayan. Masyarakat Desa Purai sejak zaman dahulu dikenal sangat religius dan memegang teguh adat istiadat Banjar yang bernapaskan Islam.
3. Tokoh Perjuangan
Wilayah Banua Lawas merupakan basis pertahanan penting selama Perang Banjar. Salah satu pahlawan besar dari daerah ini adalah Penghulu Rasyid, yang berjuang melawan penjajah Belanda. Desa Purai sebagai bagian dari distrik ini ikut serta dalam dinamika perjuangan rakyat Tabalong melawan kolonialisme, terutama dalam menolak aturan kerja rodi (erakan) pada masa itu.
4. Ekonomi dan Budaya Tradisional
Secara historis, kehidupan di Desa Purai bergantung pada:
Sungai dan Rawa: Sebagai sarana transportasi utama sebelum adanya jalan darat yang memadai.
Pertanian dan Perkebunan: Budidaya padi sawah dan karet (para) merupakan tulang punggung ekonomi yang telah turun-temurun sejak masa Kesultanan Banjar.
Pendidikan Agama: Keberadaan lembaga pendidikan seperti MIN 3 Tabalong di Desa Purai menunjukkan kelanjutan tradisi sebagai desa yang mementingkan pendidikan berbasis agama.